My History Of Magic
Masih teringat dengan jelas di saat sama masih kelas 6 SD, disaat acara perpisahan, sebuah magic show ditampilan disana. Wow… di saat itu saya berfikir, wah asik sekali yaa kalo bisa sulap. Ya memang hanya sekedar sebuah pemikiran yang pendek dari anak kelas 6 SD. Di akhir dari acara itu, si pesulap (maaf, saya tidak mengingat namanya, tapi saya saat ini sangat berterimakasih kepada beliau) memberikan kami dua buah trik untuk dipelajar. Yaitu trik agar sebuah balon tidak meletus walaupun ditusuk oleh jarum dan sebuah trik bagaimana sebuat tali yang sudah dipotong bisa menyatu kembali. Diantara dua trik itu, saya sangat terkesan dengan trik tali, entah mengapa tiap hari saya terus berlatih trik itu. Mungkin di sinilah titik awal kecintaan saya terhadap seni sulap, semua berawal dari sebuah tali.
Saya sangat berterima kasih juga kepada sepupu-sepupu saya, Mas Koko dan Mas Heri. Beliau adalah orang pertama yang memperkenalkan saya kepada trik kartu. Yaa dengan trik yang sangat sederhana mereka bisa membuat saya semakin mencintai seni ini. Mungkin saat ini saya anggap itu adalah trik sederhana, tetapi adalah trik yang sangat rumit untuk anak kelas 1 SMP saat itu. Sebuah trik yang entah apa nama tekniknya, tapi mungkin sekarang mirip dengan double lift, meskipun bukan itu sebenarnya. Saat itu saya mulai merasakan manfaat dari belajar seni sulap, yaa mungkin bukan manfaat sebenarnya, jujur anak kelas 1 SMP adalah saatnya puber dan cinta-cintaan, begitupun saya. Saat itu saya bisa menarik perhatian banyak perempuan-perempuan catik dengan trik sulap yang saya tampilkan. Dan akhirnya saya bisa mempunyai pacar perempuan cantik, namanya Dian (haiii…Dian…remember me?? J). Yaa mungkin kalau sekarang saya pikirkan ini adalah PENYALAHGUNAAN DARI SENI SULAP untuk mendapatkan wanita idaman… hehehe.
Beranjak sedikit dewasa, saat kelas 1 SMA ketertarikan saya dengan seni sulap semakin meninggi. Saat itu saya membeli buku sulap untuk pertama kalinya dalam seumur hidup, judul dari buku itu “SULAP KARTU”, saya lupa buku itu di tulis oleh siapa. Sungguh buku yang luar biasa, saya disuguhkan dengan trik-trik kartu yang membuat saya semakin sangat dan sangat tertarik dengan sulap. Buku itu menuliskan trik kartu tanpa sedikitpun dibutuhkan keterampilan tangan (saat itu saya tidak bisa satupun trik dengan kecepatan tangan), ini membuat buku itu sangan cocok dengan skil yang saya kuasai, skil yang sangat buruk… tapi ini membentuk pola piker bahwa dengan skil seburuk apapun kita tetap bisa belajar seni sulap. Sungguh seni yang luar biasa.
Masa-masa kuiliah adalah titik tolak dari seni sulap dari diri saya. Di masa ini saya mulai tekun mendalami seni ini, saya mulai benayak membeli buku sulap, browshing mengenai informasi-informasi di internet, berlatih dan terus berlatih.
Sampai dengan saat ini saya hanya bisa katakan, “Terima Kasih Kepada Seni Sulap Yang Sudah Merubah Hidup ku Menjadi Lebih Berharga”.